TOEFL adalah sebuah tes bahasa Inggris dengan kepanjangan “Test of English as a Foreign Language”. Tes ini pertama kali di susun di tahun 1962 oleh National Council sebelum akhirnya diserahkan kepada ETS (Educational Testing Services) di tahun 1965.
Di dalam perkembangannya TOEFL mengalami beberapa kali revisi mulai dari Paper Based Test yang kemudian menjadi Computer Based Test, dan akhirnya di saat ini yang bernama iBT (Internet Based Test).

Pada kenyataannya terdapat 3 jenis TOEFL tes yang ada di masyarakat, 2 jenis di keluarkan oleh ETS dan yang satu oleh lembaga kursus bahasa.

2 jenis yang dikeluarkan oleh ETS adalah iBT (Internet Based TOEFL), dan ITP (Institutional Testing Program). Perbedaan yang paling mencolok dari keduanya terletak pada biaya, jenis skill yang diujikan dan kegunaan. Untuk iBT biayanya adalah US$ 200 atau sekitar Rp. 2.800.000 (bergantung dari kurs dollar terhadap rupiah), sedangkan ITP biayanya berkisar di angka Rp. 650.000.

Jenis skill yang di ujikan ada 4 pada iBT, sedangkan ada 3 pada ITP. Ke empat skill yang ada pada iBT adalah Listening, Reading, Writing dan Speaking. Sedangkan ke tiga skill di dalam ITP adalah Listening, Reading, dan Structure.

Kegunaan dari masing – masingnya juga berbeda, iBT memiliki fungsi yang lebih banyak karena iBT bersifat internasional sedangkan ITP tidak. iBT bisa digunakan untuk syarat masuk universitas baik lokal dan internasional, syarat kerja di luar negeri, ketentuan penerimaan di perusahaan multi nasional, syarat lowongan internasional seperti pekerjaan sukarelawan dan sebagainya. Untuk ITP sendiri biasanya hampir sama dengan iBT hanya saja tes ini tidak bisa digunakan untuk penerimaan universitas internasional, dan hanya untuk syarat beasiswa lokal dan internasional. Untuk beberapa perusahaan tertentu, penggunaan ITP sebagai syarat penerimaan diberlakukan.

Penjelasan di atas meninggalkan kita kepada jenis TOEFL yang ke tiga yang biasanya kita sebut PREDICTION test atau DIAGNOSTIC test atau MOCK test. Tes ini sesungguhnya sangat mirip dengan ITP hanya saja yang mengeluarkan tes dan sertifikatnya adalah lembaga kursus bahasa yang memiliki ijin operasional. Fungsinya saat ini sangatlah terbatas seperti hanya digunakan sebagai tes pengukur kemampuan TOEFL secara cepat dan non formal. Demikian juga tes ini tidak bisa di gunakan untuk persyaratan beasiswa dan semacamnya, sehingga kebanyakan tes ini hanya digunakan sebagai syarat masuk kampus lokal dan syarat kelulusan saja (yang biasanya di produksi oleh lembaga bahasa kampus sendiri). Saat ini tes ini sudah sangat tidak populer dan mulai ditinggalkan oleh karena fungsinya hanya sebagai penyerta saja. Biaya tesnya berkisar mulai dari Rp. 250.000 sampai RP. 350.000 bergantung dari kota dan populasi kebutuhan bahasa Inggrisnya.

Jadi sebelum anda ingin mengambil tes TOEFL atau mengikuti pelatihannya, pastikan dahulu apa yang dibutuhkan oleh lembaga, kantor atau kampus yang anda tuju. Karena jika anda tidak mengetahui dengan jelas, maka bisa terjadi persiapan dan tes anda salah. iBT menggunakan komputer dan internet dengan skill yang diujikan mencakup Speaking dan Writing, sedangkan ITP dan Prediction hanya menggunakan kertas dan tidak memiliki 2 tes tersebut.

Dituliskan oleh: Arius Jaya Putra Nusantara

Untuk konsultasi yang lebih dalam tentang TOEFL dan kebutuhannya, anda bisa menghubungi bagian konsultan kami:
Cendekia Bina Aksara: http://bit.ly/CBAOffice

Share
Category
Tags
No Tag

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *