Salah satu bekal menjadi seorang pengajar adalah bahwa kita harus “mencintai” anak didik kita terlebih dahulu. Kata “mencintai” ini sangatlah dalam pengertiannya sebagai seorang pengajar karena hal ini mengikut sertakan “keinginan untuk memahami dan membangun” anak didik kita.

Oleh karena artikel ini ditujukan kepada pengajar, baik guru atau orang tua, dari anak – anak sekolah dasar, maka saya akan membahas tentang karakteristik anak – anak di usia ini.

Ciri utama dari anak – anak di usia sekolah dasar adalah mereka masih suka “bermain” dan melakukan “eksloprasi” lingkungan di sekitar mereka. Rasa ingin tahu mereka masih sangatlah besar terhadap bagaimana benda – benda di sekitar mereka berfungsi dan bekerja.

Ciri utama inilah yang sesungguhnya menjadi modal utama kita untuk mendekati dan mengarahkan mereka. Dengan keinginan mereka yang sangat besar untuk “bermain” dan “eksplorasi”, kita bisa membungkus materi pelajaran di dalam permainan.

Sebagai contoh, kita bisa mengajarkan anak – anak kita tentang ruang dan bangun melalui observasi benda – benda di sekitar kita, misalnya, “bentuk apa saja yang bisa kita temui di kamar tidur?”, “bentuk apa saja yang bentuknya segitiga?”.

Hal ini pun juga kita bisa lakukan ketika kita ingin memantapkan konsep berhitung, pertambahan, pengurangan, dan pembagian. Untuk ini kita bisa menggunakan permainan seperti monopoli dan sejenisnya.

Untuk bidang pelajaran seperti sains, kita bisa menggunakan permainan “role play”. Alat – alat yang dibutuhkan juga bervariatif mulai dari perlengkapan untuk membangun kerangka manusia dari kertas sampai dengan penggunaan dadu untuk mempelajari geografi.

Untuk mengetahui lebih dalam tentang ragam dari kegiatan yang bisa dilakukan dengan siswa, anda bisa mengacu kepada artikel berikut ini:

https://pdfs.semanticscholar.org/b1cc/e48245b2b05e03887e169f2a14fff9f21391.pdf

Dari sini bisa di lihat bahwa dengan menggunakan ciri utama dari karakter siswa – siswa antara usia 7 sampai 12 tahun, kita bisa mengajarkan kepada mereka pelajaran sekolah dengan lebih menyenangkan. Jika metode ini di aplikasikan dengan proporsi 25% sampai 40%, anak – anak akan lebih menikmati pelajaran yang sedang mereka pelajari.

Untuk mengetahui lebih banyak bahasan seputar bimbingan belajar, simaklah terus artikel – artikel dari kami.

Cendekia Bina Aksara
Komplek Ruko City Inside
Kh. Yusuf Kav A
Tasikmadu

Kompleks Perumahan Sulfat
Jln. Sulfat Agung X/40
Purwantoro
Phone: http://bit.ly/CBAOffice

Share
Tags
No Tag

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *