Salam mengajar! Senang bertemu kembali dengan anda para pengajar dan orang tua pada artikel Bimbel CBA dalam seri cara belajar efektif.

Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas tentang besarnya peranan orang tua di dalam proses belajar anak. Sebelum saya membahas tentang peran penting orang tua ini, terlebih dahulu saya ingin menceritakan pengalaman saya sebagai pengajar dan akhirnya orang tua bagi anak – anak saya sendiri. Karir mengajar saya di mulai semenjak saya di bangku kuliah, yaitu sekitar tahun 1996 ketika banyak teman sekelas saya yang meminta saya untuk mengajari mereka materi kuliah. Selepas kuliah saya kemudian mengajar sebagai pengajar bahasa Inggris lepas dari rumah ke rumah sebelum akhirnya mendirikan bisnis kursus bahasa bersama 2 teman saya yang akhirnya berubah menjadi instansi pendidikan formal. Setelah saya aktif mengajar para mahasiswa dan dosen yang berkesempatan untuk mendapatkan beasiswa ke luar negeri. Range usia murid saya sangatlah bervariasi mulai anak usia 3 tahun sampai orang dewasa berusia 65 tahun.

Jika di hitung sampai sekarang, tahun 2019, maka saya telah mengajar kira – kira selama 23 tahun, dan dari sana saya menemukan suatu pola keberhasilan siswa yang hampir sama. Siswa – siswi yang memiliki karir akademis cemerlang secara umum memiliki dukungan di keluarga yang sangat besar, dalam hal orang tua yang utama. Artinya ketika orang tua ikut serta di dalam proses belajar (apalagi bagi anak – anak di usia sekolah dasar), maka tingkat keberhasilan mereka rata – rata lebih tinggi. 

Mengapakah hal ini bisa terjadi? Salah satu alasan yang kuat adalah karena orang tua memiliki jalinan interaksi yang sangat kuat dengan anaknya. Ketika orang tua ikut serta di dalam proses belajar, anak – anak akan cenderung lebih patuh dan berkonsentrasi lebih baik. Paling tidak karena mereka memahami bahwa orang yang sangat mereka cintai benar – benar peduli akan kehidupan sekolah dan perkembangan intelektual mereka. Dengan disertai perpaduan disiplin dan kasih sayang yang seimbang, anak – anak akan tumbuh menjadi pribadi yang memiliki sikap yang baik atas pendidikan dan sekolah mereka.

Berikut ini adalah cara – cara jitu menjadi orang tua yang bisa menjadi guru terbaik bagi anak – anak kita:

  1. Selalu luangkan waktu untuk mendengar keluhan anak – anak atas permasalahan di sekolah mereka

Anak kita adalah tanggung jawab kita, dan bukan guru atau sekolah. Hanya karena kita mengirimkan mereka ke sekolah, bukan berarti fungsi orang tua kemudian berpindah ke guru mereka atau sekolah.

Oleh karenanya, selalulah luangkan waktu untuk mendengarkan anak – anak kita. Jika mereka agak kurang terbuka, maka bukalah komunikasi dengan mereka. Paling tidak setiap hari sebisanya anda meluangkan waktu bagi dan dengan mereka. Bertanyanalah, “bagaimana dengan sekolahmu?”, “adakah hal yang ayah/ibu bisa bantu?”, “apakah kamu senang hari ini di sekolah?”

Ya kalimat – kalimat seperti ini adalah suatu kalimat yang bisa membuka komunikasi dua arah yang baik. Ingat, jangan bernada interogasi dan mengancam. Ciptakan suasana yang nyaman dan hangat dengan anak – anak kita. Mereka perlu tahu bahwa anda peduli dan bukan hanya memenuhi kebutuhan jasmani mereka saja.

Bahkan sesekali anda perlu membawa mereka dan teman – teman mereka pergi ke suatu tempat untuk makan siang bersama.

 

  1. Sebelum anda marah atas nilai ulangan yang jelek, telitilah diri kita sendiri apakah kita sudah cukup mempersiapkan anak – anak kita, dan berkomunikasi dengan guru di sekolah

Sering kali sebagai orang tua kita berpikir bahwa sekolah adalah pusat dari pengajaran anak kita, dan karena kita sudah membayar uang sekolah, maka semua hal yang berhubungan dengan anak kita menjadi tanggungan sekolah dan guru. Sungguh hal ini tidaklah benar. Bagaimanapun juga, sekolah ada instansi pembantu, dan guru pembimbing anak, dan bukan pengganti tugas orang tua.

Sebagai orang tua, tugas kita adalah tetap sebagai pribadi yang memberikan kepada mereka pemahaman, bimbingan dan juga persiapan akademis. Nilai jelek seorang anak pada kenyataannya adalah sebuah efek dari ketidak efektifan proses belajar dan akumulasi dari masalah keseharian anak baik di sekolah maupun di rumah yang dibiarkan begitu saja.

Oleh karenanya kita sebagai orang tua harus memiliki sikap pro aktif di dalam mengawasi dan memahami permasalahan anak kita setiap harinya baik di rumah dan di sekolah. Jalinlah komunikasi yang baik dengan anak dan guru pengajar di sekolah. Selalulah aktif bertanya tentang bagaimana keadaan anak kita saat proses belajar mengajar. Demikian juga selalu lihat dan pantau anak kita ketika di rumah dengan cara menjalin komunikasi yang baik.

 

  1. Buatlah sebuah target pencapaian belajar bersama.

Adalah penting bagi anak untuk mengetahui target pencapaian belajar mereka. Apakah fungsi daripada target pencapaian ini? Tidak lain untuk memberikan kepada anak kita rel atau panduan yang bisa mereka gunakan untuk menyelesaikan materi belajar selama 1 semester.

Di dalam pembuatan kerangka pencapaian belajar, anda perlu berkonsultasi kepada guru pengajar di sekolah sambil melihat buku cetak/pelajaran yang di gunakan oleh sekolah. Cobalah anda bagi setiap target berdasarkan minggu yang diberikan di dalam satu semester.

Berikanlah kesempatan bagi masing – masing bab bahasan untuk mendapatkan review atau pengulangan. Selaraskan pembelajaran di rumah dan di sekolah sehingga masing – masingnya akan saling menguatkan kemampuan akademis anak kita.

 

  1. Ketahuilah karakter, sifat, kemampuan dan sikap anak anda terhadap masing – masing pelajaran sekolah untuk mendapatkan hasil terbaik.

Sebagai orang tua, anda di harapkan memiliki kejelian di dalam melihat kemampuan anak anda bahkan sikap dan karakternya terhadap sebuah mata pelajaran di sekolah.

Hal ini sesungguhnya adalah modal bagi anda untuk mendalami potensi anak anda untuk mendapatkan hasil maksimal dalam setiap mata pelajaran yang di ajarkan.

Tentu saja hal ini tidak bisa di dapatkan hanya dari sudut pandang anda sendiri saja, namun juga perlu sudut pandang dari anak anda sendiri dan guru pengajar.

Jika anda sudah mendapatkan informasi yang rinci, maka selanjutnya anda harus mulai berkomunikasi dengan anak anda secara positif jika terdapat suatu kekurangan di dalam dirinya. Tidak jarang anda perlu untuk, beberapa waktu, melakukan pembimbingan lebih dekat sampai anak anda merasa percaya diri dan mendapatkan kepercayaan untuk belajar lebih mandiri dari anda.

Lakukan hal ini dari satu mata pelajaran ke mata pelajaran yang lain.

 

  1. Berilah gambaran besar yang positif kepada hidup masa depan anda anak

Setiap anak butuh diberikan bimbingan untuk bisa melihat masa depannya berdasarkan potensi yang mereka miliki. Tidak selalu gambaran besar ini sesuai dengan impian anda, namun paling tidak harus sejalan dengan bakat dan minatnya.

Oleh karenanya anda bisa melakukan tes bakat minat untuk melihat semua potensi dan kekurangan buah hati anda. Saat ini sudah ada metode sidik jari yang bisa meneliti baik anak dan juga ayah serta ibu. Tes ini dilengkapi dengan berbagai macam kompatibilitas orang tua dan kecenderungan cara mendidik anak.

Setelah anda mengobservasi anak anda, berkomunikasi dengan guru pengajar, melihat bakat minat, serta sikap dan potensi anak anda terhadap masing – masing mata pelajaran dan ketrampilan non sekolah, anda bisa pada akhirnya membuka wawasan anak anda tentang kemungkinan karir dan masa depan yang ia bisa miliki.

 

Dengan selalu mendukung, memberi semangat dan mengarahkan, anda sebagai orang tua akan mendapatkan hasil yang maksimal dari potensi besar yang ada pada buah hati anda. Demikianlah pembahasan kami di dalam artikel “Orang Tuaku adalah Guru Terbaikku”

Kami, Cendekia Bina Aksara, memberikan pelayanan terbaik di bidang pendidikan. Tersedia juga tes sidik jari untuk mengetahui bakat dan minat buah hati anda!

Cendekia Bina Aksara

Kompleks Ruko City Inside

Jln. Kh. Yusuf Kav A

081 555 19840

Share
Tags
No Tag

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *