Di dalam artikel ini, saya akan membahas langkah awal yang benar yang harus dilakukan oleh seorang pengajar sebelum ia menentukan treatment yang tepat untuk siswanya  di dalam ketrampilan writing. Setelahnya saya akan memberikan beberapa saran untuk dijalankan pada saat treatment, dan bagaimana sang pengajar bisa membekali sang siswa 2 minggu sebelum tes. 

Hal pertama yang harus dipahami oleh seorang tutor IELTS adalah ekspektasi skor yang di harapkan oleh siswanya, misalnya seorang siswa SMA yang akan melanjutkan studi S1 ke Inggris membutuhkan skor IELTS, overall, sebesar 6.0 dengan masing – masing skill tidak boleh ada yang kurang dari 5.5. Hal ini artinya adalah bahwa paling tidak sang siswa harus mendapatkan skor Writing sebesar 5.5.

Setelahnya sang pengajar harus memperhatikan apa saja komponen penilaian yang di harapkan di dalam skor 5.5 – 6.0 tersebut, seperti respon terhadap pertanyaan yang di berikan, koherensi (konsistensi penulisan), kohesi (harmonisasi antar kalimat), dan juga keragaman leksikal.

Untuk mencapai hal ini, maka seorang pengajar harus memberikan suatu aturan yang standar untuk diikuti sang siswa. Di sini saya biasanya menyarankan untuk setiap pengajar mengaplikasikan aturan penulisan akademis standar baik untuk Task 1 maupun Task 2.

Untuk task 1 lihatlah bagan berikut ini:

 Sedangkan untuk Task 2, kita bisa memberikan acuan baku sebagai berikut:

Setelah siswa sudah diinfokan tentang standar baku untuk masing – masing task ini, maka pengajar bisa melanjutkan dengan memberikan latihan “drafting” yang cukup banyak.

Ingat, bahwa kita tidak bisa secara langsung memberikan latihan kepada murid kita, tanpa kita memberikan contoh terlebih dahulu tentang bagaimana cara kita mengerjakan “drafting” awal. Jadi inilah saat bagi kita untuk menunjukkan paling tidak seluruh ragam diagram Task 1 dan topik Task 2. Kita mulai dulu dari “drafting” yang dilanjutkan dengan latihan pembentukan kalimat (BUKAN PARAGRAF).

Setelah murid kita sudah dengan benar bisa mengonversi “draft” menjadi bentuk kalimat, barulah kita memberikan tips dan triks pembentukan paragraf dan diikuti essay secara keseluruhan. Khusus task 2, kita harus membiasakan siswa kita terhadap bentuk 100% terlebih dahulu. Sejalan dengan siswa kita mulai membentuk essay secara penuh, bagi task 2, kita mulai bisa memberikan bentuk 50%.

Sedangkan 2 minggu sebelum waktu tes, kita bisa memberikan latihan writing secara lebih intens. Tidak hanya dalam urusan waktu kita harus mendisiplin mereka, namun juga kekuatan mereka di dalam mengerjakan skill yang lain. Jadi amatlah penting bagi kita memberikan latihan “time stress” dengan mengikut sertakan writing di dalam simulasi harian.

Oleh Arius Nusantara

Untuk mengetahui lebih banyak tentang strategi pengajaran, anda bisa mengikuti program “pelatihan untuk pengajar” atau “teacher training program” kami.

Hubungilah kantor kami untuk program yang sesuai dengan kebutuhan pengajaran anda!

2 kantor pusat kami di kota Malang, yaitu di Tasikmadu dan di Purwantoro!

Kompleks Ruko City Inside

Kh. Yusuf Kav A – Tasikmadu

Perum Sulfat

Jln. Sulfat Agung X/40 – Purwantoro

 

Share
Category
Tags
No Tag

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *